UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-109 TINGKAT KABUPATEN TASIKMALAYA

Komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam keadaan dan kondisi apapun. Ancaman terhadap NKRI begitu nyata terjadi, bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan prakteknya. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Abdul Kodir, M.Pd pada acara Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Bojongkoneng, Singaparna, Senin (22/5/17).

Upacara tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Para Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,Unsur Muspida, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tasikmalaya dan pendidik berprestasi di Kabupaten Tasikmalaya. Menurut Menkominfo, Bangsa Indonesia saat ini menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara kultural. “Munculnya kekerasan dan pornografi, terutama yang yerjadi pada generasi yang masih sangat belia, adalah permasalahan kultural utama bagi bangsa ini yang akhir-akhir ini mengemuka dan memprihatinkan. Ini semua antara lain disebabkan oleh medium baru teknologi digital yang berperan penting dalam penyebaran informasi, baik positif maupun negatif, secara cepat dan massif, “ucap Rudiantara.

Rudiantara menuturkan, ketika berbicara tentang lanskap dunia dalam konteks teknologi digital, kita saat ini tengah menghadapi problem kaburnya batas-batas fisik antardomestik dan internasional  yang memiliki dua dimensi penting yaitu kecepatan dan cakupan.”Dalam menjaga NKRI, akibat terlambat mengantisipasi kecepatan dan meluasnya anasir-anasir ancaman, karena tidak tahu bagaimana mengambil sikap dalam konteks dunia yang sedang berubah, harus kita hadapi dengan memfokuskann diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter, karena kita dihadapkan pada kompetisi global, “tutur Rudiantara. Dijelaskan Rudiantara, Kerja nyata, kemandirian, dan karakter merupakan kunci untuk memenangkan persaingan pada tingkat global perlu kerja nyata yang tidak lagi mengedepankan pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif, melainkan harus melakukan cara-cara baru penuh inisiatif yang bukan hanya mempertahankan dan memebenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikan selama ini.  Kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekedar membenarkan yang biasa, “ujar Rudiantara.

Mengakhiri sambutannya Rudiantara berpesan kepada Pemerintah Daerah untuk menyelenggarakan proses-proses penyelenggaraan pemerintahan secara lebih efesian. ”Mari pangkas segala proses dengan pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Mari kita bangun proses-proses yang lebih transparan, tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan, “imbau Rudiantara.    Sebelum memberikan sambutan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya memberikan penghargaan kepada 24 orang pendidik dan tenaga pendidikan berprestasi di Kabupaten Tasikmalaya  tahun 2017 yang terdiri dari guru Taman Kanak-Kanak berprestasi, Kepala taman kanak-kanak berprestasi, guru Sekolah Dasar berprestasi, Kepala Sekolah Dasar berprestasi, pengawas TK dan SD berprestasi, Guru Sekolah Menengah Pertama Berprestasi, Kepala Sekolah Menengah Pertama berprestasi, dan pengawas Sekolah Menengah Pertama berprestasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top